Kamis, 18 Januari 2018

Review Buku MASIH ADA Karya Bang Syaiha

Judul Buku         : Masih Ada
Pengarang          : Bang Syaiha
Penerbit              : LovRinz Publishing
Tahun Terbit       : 2016
Jumlah Halaman : 480 Halaman
Isi Buku

Buku ini menceritakan tentang perjalanan kisah kehidupan seorang pemuda yang bernama Khalid mulai dari ia mengenal dunia pendidikan hingga kisah tentang ia di daerah terpencil Kalimantan dan terakhir tentang perjuangan ia menemani istrinya yang akan melahirkan buah hati mereka.

Buku ini banyak terdapat hikmah mengenai cinta, kasih, sayang, persahabatan, keluarga dan kehidupan sosial serta pendidikan di Indonesia. Sebuah novel yang berjudul Masih Ada ini mengangkat kisah perjalanan Khalid yang memiliki keistimewaan terkait dengan kaki sebelah kanannya yang tidak bisa berfungsi maksimal karena terkena polio sejak usia satu tahun. Namun, dengan keistimewaannya itu bukan menjadi penghambat ia untuk menyerah dan berputus asa, melainkan ia terus berjuang dan berjuang tanpa kenal kata menyerah.

Buku ini mulai menarik, saat ia menjalani masa mengabdi di daerah terpencil Kalimantan dekat dengan sungai Sambas sebagai seorang guru SD. Dengan kondisi istimewa yang ia miliki mampu dijalaninya dengan sangat baik, bahkan sebelum menjadi guru di daerah terpencil tersebut, ia sembari memperjuangkan kisah cinta yang bisa dikatakan bertepuk sebelah tangan, orang tua dari pihak perempuan yang tak merestuinya, mungkin karena ia istimewa, hingga berkali-kali Khalid mencoba untuk meminta dan bertatap muka dengan orang tua perempuan, namun tak kunjung ada hasil, sudah banyak yang ia lakukan, untuk memenangkan hati orang tua perempuan, namun lagi-lagi tak ada kabar baik, bahkan berkali-kali ia di pukul KO tanpa ada balasan.

Aku akui, buku ini banyak menguras perasaan bagi pembacanya, membawa setiap pembacanya untuk terjun dan mengikuti alur permainan buku ini bermuara. Perjuangan seorang Khalid untuk menggenapkan separuh agamanya tak mudah, beberapa kali di terangkan dalam buku ini, betapa berusahanya ia untuk menjemput bidadari dalam hidupnya, hingga ia mesti menunda bertahun-tahun dan melanjutkan mimpi-mimpinya yang lain terlebih dahulu. Ya begitulah yang namanya perjuangan, tak ada yang mudah kawan, butuh proses dan tak kenal lelah, apalagi ini tentang Allah. Pasti di mudahkan, bahkan di bantu oleh-Nya. Yang terpenting kita mau dan berusaha sungguh-sungguh. Bukankah nikmatnya orang yang berpuasa adalah ketika ia berbuka? Sama halnya dengan semua perjuangan, akan indah pada waktunya. Sabarlah dan teruslah berusaha tanpa ada kata menyerah, dan jangan lupa untuk bersyukur, karena Allah suka kepada hamba-Nya yang selalu bersyukur dan mengingat-Nya.

Buku ini aku rekomendasikan buat semua kalangan, terutama usia remaja yang sedang mencari jati dirinya, buku ini bisa menjadi referensi untuk melihat Indonesia lebih dekat, karena menggambarkan realita pendidikan di daerah terpencil yang ada di Indonesia dengan bahasa yang di gunakan oleh penulisnya sangat sederhana dan mudah di cerna dengan baik oleh semua kalangan.

Semoga dengan adanya buku ini menambah pengetahuan, wawasan, ilmu dan kecintaan kita terhadap Allah SWT sebagai Yang Maha Segalanya. Aaamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar