Kamis, 04 Januari 2018

MISTERI HARI

#Catatan_FwS
Ibarat kata orang bijak "jangan pernah jatuh di lubang yang sama". Begitulah kira-kira perumpamaan yang hari ini aku alami. Bangun lebih awal dari biasanya, berhubung pula hari ini bisa melaksanakan shaum sunah, Insya Allah hingga adzan maghrib berkumandang. Aamiin
Hari ini lebih nyantai dan tak tergesa-gesa, berangkat kerja pun di antar sama bidadari kedua dalam hidupku hingga di perempatan tempat angkot biasa menunggu penumpang. Senangnya bukan main, bahagia pastilah hehehehe. Ia menemaniku sembari ingin menerapkan sunah rasul yang selepas subuh alangkah baiknya beraktivitas ringan, seperti jalan kaki, olahraga ataupun senam, ke pasar pun bisa di kategorikan sebagai penerapan sunah rasul selepas subuh. Hehehehe. Maka beruntunglah para ibu-ibu yang tiap pagi ke pasar dan telah menerapkan sunah rasul. Intinya kalau mau di lihat dari sisi yang lain, setelah sholat subuh baiknya beraktivitas agar tidak tidur kembali yang terkesan ada rasa "malas" di sana.
Sampai di stasiun pun rasanya nyantai tanpa beban, di dalam kereta pun belum penuh dan masih longgar karena belum banyak penumpang yang menggunakan jasa kereta listrik jabodetabek. Setibanya di Depok pun sama, belum banyak calon penumpang yang datang ke stasiun, maklum masih terlalu pagi. Jalan menuju sekolah pun masih lengang, belum banyak kendaraan yang hilir mudik. Di sekolah pun, terjadi hal yang sama, para penghuni sekolah pun belum banyak yang berdatangan, biasanya mulai terlihat ramai sekitar 15 menit sebelum jam 7 pagi, jalanan macet parah, bahkan terlihat seperti kawanan semut bersayap yang keluar dari sarangnya untuk membentuk koloni baru di daerah yang lain.
Agenda hari ini telah aku rancang sedemikian sehingga manfaatnya banyak yang bakal aku selesaikan, sejak semalam tepatnya aku sudah merencanakan bakalan mengerjakan apa dahulu, lalu apa lagi, kemudian apa lagi dan lagi. Semua sudah tersistematis dalam pikiranku, agar apa yang aku lakukan bisa tercapai semua. Namun, apa daya ibarat kata, tangan tak sampai. Rencanaku tidak berjalan mulus seperti yang di inginkan. Tapi ini lebih baik ketimbang aku tak merencanakan apa-apa. Pernah aku liat dan beberapa pakar motivasi pun sering memakainya, "Gagal merencanakan, maka sama halnya ia merencanakan kegagalan", maka rancanglah agendamu se-apik mungkin.
Hari ini, di sekolah lagi-lagi dan lagi, agenda tambahan yang plus-plus datang menghampiri. Sekitar pukul 8 pagi, ada pesan whatsapp masuk dari salah satu guru yang inti dari permintaannya adalah menggantikan guru yang sedang berhalangan, karena mesti mengurusi kegiatan lain selain mengajar. Hmm padahal profesinya adalah guru bukan sebagai EO (Event Organizer). Ya begitulah di sekolahku ini, mengajar bisa digantikan oleh siapa saja karna semuanya adalah guru walaupun bukan disiplin ilmunya. Terkadang sedikit miris juga memikirkan hal yang aneh tapi sudah dianggap "wajar" oleh sebagian bahkan oleh pemilik yayasan sekalipun. Namun, mau dikatakan apalagi, kita ngikut sistem, kita mewarnai apa kita di warnai hanya itu pilihannya. Akhirnya aku menggantikan beliau untuk mengajar, awalnya aku menolak karena bukan aku gak mau ngajar, melainkan karena di waktu bersamaan aku di ikutsertakan untuk rapat kegiatan beserta yayasan, bahasa kerennya sih presentasi kegiatan. Namun, karena jadwal rapat di undur sehingga saya bisa menggantikan untuk mengajar, walaupun kebanyakan improvisasi didalam mengajar, namun bagiku yang penting materi bisa di terima dengan baik oleh para siswa.
Siang harinya, selepas sholat dhuzur, aku diberitau agar menggantikan mengajar di kelas 6, "jadi gak usah rapat nanti aku yang gantiin" kata pak Ardhi selaku korlev. Aku pun mengiyakan apa yang ia katakan. Sebelum mengajar aku mempersiapkan diri, karena materinya mengenai penyederhanaan  pecahan yang masih ada kaitannya dengan FPB maka aku berencana menggunakan kalender bekas, kebetulan di kelasku masih ada kalender tahun 2016. Jadilah, aku membawa kalender tersebut ke kelas sebagai media pembelajaran. Seperti biasa sebelum memulai inti pengajaran, aku mulai dengan mengajak para siswa untuk masuk di zona alphanya, agar apa yang mereka dapatkan dalam ilmu matematika bisa dengan mudah mereka cerna karena otak limbiknya telah terbuka. Namun, tak begitu lama aku mulai dengan ice breaking tentang nyanyian, yang dulu pernah aku dapatkan saat kemah guru, aku terapkan. Tiba-tiba pak Ardhi masuk dan memberitaukan kepadaku untuk segera menuju ruang rapat dengan yayasan, karena harus aku yang ikutan tidak boleh diganti oleh pak Ardhi walaupun ia adalah koordinator Level 6. Alhasil akupun ke ruangan rapat, walaupun aku paham nantinya aku tak bisa membantu banyak, ibarat setor muka aja, hehehehe.
Perkiraanku benar, aku hanya datang, duduk, diam dan keluar dari ruangan rapat. Tak ada yang bisa kuperbuat, hanya setor muka aja gak lebih dari itu. Aku malah sedikit kecewa, mending aku ngajar pikirku dalam hati, tapi ya mau diapa, semua udah di tentuin, Allah lah yang punya rencana, Sutradara kehidupan, kita hanya pemainnya saja. Tetap esok hari adalah misteri yang akan terkuak saat kita menjalaninya. Kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah misteri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar