Selasa, 02 Januari 2018

AWAL YANG BAIK

#Catatan_FwS
Hari ini kucoba untuk berangkat lebih pagi berharap tak ketinggalan kereta kedua menuju Bogor. Selepas berpamitan sama istri, kulangkahkan kaki lebih cepat dari biasanya.
Setibanya di ujung gang, seperti biasa, sudah ada bertengger sebuah angkutan umum 02 melayani rute duren kalibata - kampung melayu, telah menunggu para penumpang seperti aku, ataupun pelajar dan pekerja kantoran yang lain. Setelah beberapa menit, ku taksir sekitar 5 menitan, angkot tersebut barulah membunyikan mesinnya dan akhirnya menyerah dengan keadaan menanti penumpang yang tak kunjung datang, maklumlah rata-rata masih pada libur tahun baru, yang kebanyakan mulai masuk di tanggal 3, yaitu esok hari. Alhasil, penumpang bapak angkot pagi ini hanya aku seorang. Sembari mengantarkan aku sebagai penumpangnya, bapak supir angkot terkadang memelankan mobilnya dan berhenti sejenak di setiap gang yang di lalui.
Namun, rejeki emang udah di atur, pagi ini, penumpang bapak angkot hanya aku seorang. Hingga di tempat pemberhentian terakhirku, stasiun tebet, penumpangnya hanya aku seorang. Semoga nanti bapak sopir angkot itu mendapatkan rejeki yang berlebih. Aamiin
Setibanya di stasiun tebet, terlihat kereta pukul 6 pagi menuju stasiun bogor telah berangkat dan menjauh dariku. Dalam hatiku, "aku telat 2 menit". Sakitnya itu berasa luka terkoyak yang terus menganga di dalam hati, tak berbekas tapi sakit. Datang di stasiun, pas tiba ada keretanya tapi tak bisa naik karena telat, itu sakit banget. Hehehehe
Akhirnya dengan berat hati, ku menunggu kereta berikutnya yang sudah pasti tidak bakalan dapat tempat duduk, ya walaupun aku paham betul jika pria sepertiku lebih baik tidak duduk dan memberikan bangku kepada yang lebih berhak, karena jika duduk banyak pasang mata yang akan melihat sinis kepadaku, ibarat kata yang terdengar lirih tapi menyakitkan hati, seperti "ih kok dia duduk sih padahal kan dia masih muda dan masih kuat berdiri" atau ada perkataan kayak gini "eh mas kalau masih kuat berdiri saja, kasian sama yang wanita dan lansia" dan lain sebagainya lah banyak yang terdengar kurang nyaman. Akhirnya akupun berdiri sampai di stasiun pemberhentian ku yaitu stasiun depok.
Selepas keluar dari stasiun, segera mungkin aku mempercepat langkahku agar tak telat nyetor jempol di alat absen sekolah, karena kabarnya peraturan baru di semester dua ini akan berlaku, telat 15 menit dari jam 7 pagi, mending pulang aja karena terhitung tidak hadir.
Setibanya aku di depan alat canggih tersebut, setelah nyetor jempol tentunya, akupun dapat bernapas lega, karena aku tidak terlambat hari ini, Alhamdulillah. Setelah sarapan pagi di kelas 6, akupun menunggu waktu untuk di panggil ke lokasi pelatihan. Hari ini jadwal dari yayasan adalah pelatihan mengenai Sistem Penjaminan Mutu di bawakan oleh seorang ahli di bidangnya dari Labschool Jakarta, pak Ukim Komarudin namanya. Dari sekian banyak yang ia sampaikan, aku mengambil beberapa kata mutiara, salah satunya adalah "kita hebat bukan karena evaluasi orang lain, tetapi kita hebat karena evaluasi diri sendiri". Sejujurnya aku pun tak paham dengan penjaminan mutu apalagi yang berkaitan dengan sekolah, jadinya aku di ibaratkan sedang menonton pertandingan sepak bola dari negeri antah brantah atau ibarat kata saat dulu aku kuliah, datang duduk diam dan pulang. Hehehehe
Selepas pelatihan dari beliau ada yang menarik lagi menurutku, yaitu ketika beliau mengatakan bahwa "setiap kita tidak ada yang tau dari sisi mana kita mampu membuat Allah tersenyum, maka ambillah peran dalam setiap kegiatan yang positif".
Setelah break, kegiatan dilanjutkan kembali dengan sosialisasi mengenai penjaminan mutu swkolah yang dibawakan oleh Miss Mowdi. Nah ini yang membuatku tambah gak ngerti sejujurnya, tetapi tetap mengikuti hingga akhir. Hehehehe
Tidak banyak hal yang kulakukan hari ini, selain bisa membantu teman-teman yang akan membuat paspor hingga berakhir ngobrol ngalor ngidul bareng pak Syahroni mengenai adat betawi, salah satu yang ia katakan bahwa "orang betawi jika ia berdandan, maka indikatornya ia telah berduit". Hehehehe
Sorenya, ngobrol ringan sama pak Ardhi, Bu Isti dan bu Aisyah. Ternyata bu Aisyah memiliki masalah yang pelik juga, aku sampai bingung mau memberi solusi bagaimana, takutnya di bilangin sok dewasa dan sebagainya, tetapi aku percaya Allah takkan menguji hambaNya di luar batas kemampuan hambaNya tersebut. Ku doakan masalah yang sedang di hadapi oleh bu Aisyah dan keluarga bisa segera dapat solusinya dan dimudahkan dalam setiap hajat dan kegiatannya. Aaamiin.

3 komentar:

  1. Aamiiin.... semangat ya sayang...banyak pengalaman berharga hari ini. Jadi iri aku niih :-)

    BalasHapus