Rabu, 03 Januari 2018

HAMAS SEMESTER DUA

#Catatan_FwS
Waaahhh.. Telat nih kalau gini ceritanya. Semua serba dadakan dan jadi kelabakan. Mungkin seperti itulah keadaannya jika kita telat dalam kegiatan kita. Setiap orang pernah mengalaminya, banyak hal yang menyebabkan keterlambatan itu, misalnya terlalu larut malam tidurnya, kendaraannya mogok atau bannya gembos dan lain sebagainya. Dan hari ini aku mengalaminya, bukan alih-alih kendaraan yang mogok, melainkan karena semalam aku tidurnya terlalu larut. Padahal hari ini, aku diminta sebagai petugas pengibar bendera merah putih, bukan tugas yang mudah bukan pula tugas yang remeh temeh, karena jaman dahulu,  mengorbankan jiwa raga hingga harta untuk mengibarkan bendera merah putih tersebut, namun terkadang aku sedih jika mengingat beberapa kali ikut serta dalam upacara bendera hari senin di beberapa sekolah, nilai-nilai perjuangan seolah luntur dan menganggap upacara bendera hanya sebatas ceremonial belaka, kurang khidmat dan tak serius.
Alhasil, setibanya aku di sekolah sudah melewati pukul 7 pagi. Tak apalah pikirku, yang penting lewatnya tak lebih dari 15 menit. Terlihat para pembesar sekolah dan para guru berjejer rapi menyambut "Teman Kecil", begitulah sapaan bagi murid-murid di sekolah ini, setiap pagi pasti ada waktu di siapkan untuk menyambut mereka depan gerbang ketika masuk dalam lingkungan sekolah. Sisi positifnya adalah agar para pengantar hanya sampai depan gerbang dan Teman Kecil tak takut apalagi merasa grogi ketika masuk ke dalam sekolah karena langsung di sambut oleh bapak dan ibu guru mereka dengan senyuman dan kehangatan.
Selepas menyetor jempolku, tanda bahwa aku telah hadir di sekolah, akupun segera menuju kelas menyimpan barang bawaanku dan mempersiapkan diri untuk menjadi pengibar bendera, bukan main tugas ini, dulu, lama sekali sejak terakhir kali aku melaksanakannya yaitu saat aku duduk di bangku SMP, udah 13 tahun silam. Hari ini aku lakukan kembali, grogi pastilah, canggung apalagi hehehehe. Tapi semuanya aku tepis pikiran negatif di benakku, ku langkahkan kaki ke lapangan upacara, di sana para rekanku sudah siap-siap latihan, bahkan karena keterlambatanku, Pak Ihya menggantikan posisiku sementara, persis seperti pemain cadangan sepakbola hehehehe. Setelah melihatku menghampiri mereka, Pak Ihya langsung pamit undur diri, ia tau posisinya saat ini, tidak ikut upacara karena ia mesti masuk di kelas 1, maklum kelas 1 belum di ikutkan dalam upacara. Latihan kami dilakukan sebanyak 2 kali, ya hanya dua kali, kata rekan tim pengibar bendera "ini sudah cukup tak usah di tambah lagi, nanti mengalir dengan sendirinya, yang terpenting kita paham saat kapan kaki ini melangkah dan bergerak". Akupun sedikit lega dan merasa tegar "okelah siap, bismillaaah ya".
Petugas Upacara Hamas (Hari Masuk Sekolah) Semester Dua ini, semuanya adalah guru, tujuannya sederhana, biar para siswa yang giliran pekan depannya bisa mengambil dan mengingat kembali tata cara upacara bendera, berhubung mereka sudah cukup lama tidak melaksanakan upacara.
Selepas upacara selesai, para siswa diminta untuk menuliskan judul buku dan review singkat tentang apa yang mereka baca saat liburan di sebuah daun kertas yang telah di siapkan oleh wali kelas mereka masing-masing dan nantinya akan di gantung di sebuah pohon gersang tanpa daun yang telah di siapkan juga oleh panitia Hamas Semester Dua. Sehingga nantinya pohon tersebut akan rindang oleh daun-daun kertas dari para siswa yang telah membaca buku selama liburan, biar liburannya lebih produktif. Daun-daun kertas yang di gantungkan, di awali oleh siswa-siswi kelas 6 lalu kelas 5, kelas 4 dan terakhir kelas 3, dan nampaklah pohon yang rindang. Filosofinya sederhana, tadinya pohon tersebut gwrsang tanpa daun, kemudian ia menjadi rindang dan lebat tumbuh subur. Sama halnya kita manusia, jika hidup tanpa pernah ada buku yang kita baca akan bernasib sama seperti pohon gersang tersebut, namun sebaliknya jika kita rajin membaca buku, maka kita akan tumbuh besar dengan penuh pengetahuan seperti pohon yang rindang.
Hari awal semester dua ini, siswa siswi pulangnya lebih awal, agar bisa mulai terbiasa untuk memulai semester dua ini lebih baik. Beberapa dari mereka ada yang masih merasa libur ada juga yang sudah semangat mau mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Nah dengan adanya kegiatan awal tadi pagi, harapannya mereka bisa di samakan gelombangnya dalam menuntut ilmu di semester ini dan memulai niatan baru agar menjadi pribadi yang lebih baik, karena aku yakini mereka adalah para pengisi wajah-wajah Indonesia di masa yang akan datang, generasi emas Indonesia tercipta dari ruang kelas hari ini. Selamat memulai semester dua ini dengan penuh semangat dan penuh keceriaan agar kalian bisa mengambil hikmahnya dan mampu bersaing di dunia kerja nantinya. Aamiin

2 komentar: