Jumat, 27 Februari 2015

COME BACK



3 Februari 2015
Hari ini, kami berenam akan mulai terpisah satu persatu, kembali dengan kegiatan masing – masing di sekolah penempatan yang akan menmpa kita jadi lebih dewasa dan lebih peka lagi dalam menjalankan aktivitas kita masing – masing, hingga rasa rindu itu akan kembali muncul untuk kita semua.
Pagi – pagi kami semua sudah siap untuk berangkat ke terminal. Arah kami berenam terbagi jadi dua arah, mba Anti dan mba Nur menuju arah yang ke Munjul, daerah kecamatan Sindang Resmi dan aku, kak Heri, mba Ulfa dan Uni Sasni menuju ke arah Kecamatan Cibaliung. Setibanya di terminal kami langsung di sambut untuk menuju mobil yang menuju arah Cibaliung dan di situlah awal perpisahan kami dengan mba Anti dan mba Nur.
Cukup lama kami diperjalanan, kebanyakan aku terlelap di dalam mobil tersebut, karena kelelahan dan juga karena penyakitku kambuh tak karuan rasa sakit yang aku rasakan, tapi tetap aku semangat menjalani itu semua. Sekitar pukul satu siang lebih seperempat, kami tiba di Cibaliung dan kami semua menunggu jemputan masing – masing, kecuali Uni Sasni yang mesti naik ojek menuju rumah tempat ia menginap. Yang terakhir aku dan kak Heri yang dijemput oleh pak Ajum, guru yang menjadi kakak baruku di daerah penempatan ini. Setelah berpisah dengan kak Heri, akupun beranjak pulang kerumah. Jauh aku rasa perjalanan ke rumah ini, banyak pengalaman yang aku dapatkan selama di kota dan akan aku ceritakan di sekolah esok. Tiba dirumah aku istirahat sejenak sekedar meluruskan badan yang kelelahan.
Hingga aku terjaga di sore hari dan siap untuk membersihkan badan, lalu bergegas untuk melakukan aktivitas yang biasa aku lakukan-tilawah-dan aku akan selalu belajar untuk tetap istiqomah tilawah satu hari satu juz. Aamiin.
Malam hari tiba, aku diajak untuk berkunjung ke rumah pak lurah, walaupun rasanya lelah dan masih capek tapi aku tetap berangkat, karena aku belum menuntaskan tujuanku dulu ketika di awal aku datang, malam ini lah saatnya. Banyak yang aku ceritakan dengan pak lurah tersebut, dan belakangan aku tau bahwa beliau punya tipikal orang yang serius dan jarang bercanda, terbukti dari beratnya pembahasan yang kami lakukan, hobinya pun unik, ia hobi berburu babi yang terkadang merusak tanaman warga, hari ini saja beliau telah mendapatka dua ekor babi yang berukuran besar sebagai upah untuk para anjing peliharaannya.
Aku yang ditemani oleh pak Ajum dan pak Sapri, pun pulang sekitar setengah sebelas malam, udara begitu dingin dan gelap, sesekali bulan muncul menerangi jalan yang kami lalui, terdengar dari jauh suara burung hantu yang semakin membuat seram tempat yang kulalui, inilah malam pertama aku keluar dari dalam rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar